Home / Berita / Peresmian Gedung MPT Al Washliyah: Bukti Kebersamaan Al Washliyah

Peresmian Gedung MPT Al Washliyah: Bukti Kebersamaan Al Washliyah

SETELAH memiliki tiga lokasi kampus yang tertata baik di Jalan Garu II Medan Amplas, perguruan tinggi saat ini mempersiapkan dua lokasi kampus baru di Lubuk Pakam dan Mariendal-I Deli Serdang. Berbagai terobosan pun dilakukan UMN Al-Washliyah dibawah kepemimpinan Rektor UMN Al-Washliyah H Hardi Mulyono Surbakti SE MAP.
Dalam acara peresmian Gedung Dewan Fatwa dan Majelis Perguruan Tinggi Pengurus Besar (MPT PB) Al-Washliyah Kompleks UMN Al-Washliyah dirangkai kegiatan halalbihal dan tepung tawar sembilan calon haji dari keluarga besar UMN Al-Washliyah yang digelar Sabtu (8/7), H Hardi Mulyono Surbakti SE MAP menegaskan komitmen membawa kampus ini semakin baik.
Hardi Mulyono menegaskan, gedung baru dibangun atas biaya dari UMN Al-Washliyah, MPT PB Al-Washliyah dan juga infaq dari seluruh dosen dan pegawai dengan biaya lebih Rp2,5 milliar.
”Dana juga diperoleh dari infaq lebih Rp46 juta infaq mulai pegawai satpam Rp50 ribu per bulan selama enam bulan. Dibangun dengan gotong royong hingga tedapat kebersamaan, milik bersama dan digunakan untuk kepentingan umat dan kepentingan Al-Washliyah,” tegas rektor.
Ia pun menegaskan komitmen menyempurnakan berbagai kebijakan dari para Rektor UMN Al-Washliyah sebelumnya. Diantara mengenai penamaan gedung, aula dan lokasi kampus yang nama para pendiri kampus dan tokoh Al-Washliyah sejak 4 Juli 2017.
”Ruang Rapat BPH Kampus A diberi nama Ruang Rapat Salim Siregar, Ruang Rapat Gedung Baru Kampus B diberi nama Ruang Rapat Abdul Halim Harahap, Aula Lantai 3 Kampus B diberi nama Aula Lahmuddin Nasution, Aula Lantai 4 Kampus C diberi nama Aula Efendy Daulay dan Aula Lantai 1 Kampus C diberi nama Aula OK Usman.
Demikian pula nama Kampus A UMN Al-Washliyah diberi nama Kampus Arsyad Thalib Lubis, kampus B diberi nama Kampus Yunus Karim dan kampus C diberi nama Kampus Aziddin. Kita harap tumbuh rasa penghormatan dan cinta pada para pendiri dan tokoh Al-Washliyah. Sesungguhnya kita hanya meneruskan perjuangan dan harus mewariskan pada generasi penerus bangsa,” sebutnya.

ass
Hardi juga mewajibkan apel tiap tanggal 30 setiap bulan untuk menigkatkan jiwa KealWashliyahan dan berjiwa Pancasila bagi seluruh dosen dan pegawai yang diberikan arahan oleh pimpinan kampus. ”Kita dibesarkan dan mengabdi di Al-Washliyah. Apel ini juga wadah menerima semua masukan dari civitas akademika UMN Al-Washliyah,” tambahnya.
Sebagai kampus berjiwa Islami, lanjut rektor, pada saat azan berkumandang maka semua kegiatan perkuliahan dihentikan lalu dilaksanakan salat berjamaah. Kebijakan ini diambil dari pengalaman dirinya saat kuliah Program S-3 di USU, yang diterapkan oleh dosen USU. ”Habis salat berjamaah, perkuliahan dilanjutkan kembali,” kata rektor.
Mantan Wakil Rektor II UMN Al-Washliyah juga menjelaskan, perkembangan dua lokasi pembangunan kampus di Deli Serdang termasuk di Jalan Pantai Halim Desa Mariendal-I yang mendapat hibah tiga hektar tanah dari seorang pengusaha Medan. ”Insya Allah dalam 1-2 tahun kedepan segera dibangun Kampus Mariendal-I. Kalau kita bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kepentingan anak cucu dan kepentingan Al-Washliyah, tidak ada yang mustahil untuk dicapai termasuk dalam rencana mendirikan Fakultas Kedokteran dan Klinik UMN Al-Washliyah di Teladan,” rincinya.
Atas berbagai kiprah dan keberhasilan UMN Al-Wasliyah, Ketua Umum PB Al-Washliyah Dr H Yusnar Yusuf MS dan Ketua MPT PB Al-Washliyah Drs H Lukman Hakim Hasibuan memberi apresiasi terhadap civitas akademika UMN Al-Washliyah yang terus berkembang menuju universitas unggulan di Sumut.
Drs H Lukman Hakim Hasibuan sebut kehadiran gedung baru Dewan Fatwa dan MPT PB Al-Washliyah merupakan momen bersejarah. Ia pun mengajak UMN Al-Washliyah bersama Univa yang berdekatan lokasinya dapat bekerja sama. ”Kita akan mengadakan HUT ke-87 Al-Washliyah di UMN Al-Washliyah dan Univa, dengan mengundang Menteri Agama RI. Kita harus bersatu,” harapnya.
Dr H Yusnar Yusuf MS mengemukakan corak pendidikan Islam dari masa ke masa di Indonesia dan mancanegara. Ia pun menerangkan sejumlah kebijakan PB Al-Washliyah dalam pengembangan pendidikan yang dikelola PB Al-Washliyah. Ia berterima kasih atas prakarsa para rektor dan pimpinan perguruan tinggi Al-Washliyah yang berperan besar pada pengembangan pendidikan di tanah air. (Repro: Deddi Mulia, Uploader: Febry Ichwan Butsi)

(342)

error: Content is protected !!