Home / Berita / SAIFUL ANWAR MATONDANG :Tercepat Raih gelar Ph.D. UniFr-Suisse
15682412_1172795559441382_1774110034_o

SAIFUL ANWAR MATONDANG :Tercepat Raih gelar Ph.D. UniFr-Suisse

Membanggakan, dosen Kopertis DPK di Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Saiful Anwar Matondang berjaya meraih gelar Philosophie Doctor Anthropologie (Ph.D) dengan mempertahankan  disertasinya yang berjudul “Ethnoregional Social Dramas of Southeast Asia in Globalism”.

“Alhamdullilah, puji syukur pada Allah SWT, saya meraih  Predicate Insigni Cum Laude (kurang 0.5 point lagi untuk Summa Cum Laude),” ujarnya lugas. Proses penyelesaian Disertasi ini tergolong sangat cepat dalam tempo 34 bulan. Sidang ini berlangsung kemarin (21/12/2016).

Disertasi setebal 267 dalam Bahasa American English diuji oleh Komissioner Universitas Fribourg. Pelaksaan Viva Disertasi berlangsung di Ruang Ujian Perrole 22 Fribourg Swiss, dan dipimpin oleh Ketua Komisioner Sidang,  Prof Dr. Francesca Poglia Mileti (Sosiolog Swiss), dengan  anggota Prof Dr Dr (HC) Christian Giordano (Promotor), Prof Dr. Freek Colombijn (Co-Promotor/VU. Netherlands), Prof. Dr. Michael Viegnes (French), dan Prof. Dr. Francois Ruegg (dari Jurusan).

Laporan Disertasi Matondang tidak ada koreksi dari 3 orang penguji. Matondang selama 18 bulan melakukan Field research ethnography di Georgetown Malaysia (Bekas British settlement tertua dan terlama di Asia Tenggara), dan di bandingkan dengan Medan sebagai jajahan Belanda.

15622254_1361460600571875_4093012373874713815_n
Pose Matondang dengan Pembimbing Disertasi Prof. Christian Giordano

Dalam riset ini Matondang membuat tiga inovasi yang paling elementer yaitu Pemodelan Baru Pendekatan ‘Social Drama’ yang digagas Victor Tuner (Antropolog Manchester & Cornell America). Matondang membuat Pemodelan Baru -perluasan lokasi (dua negara) dan dengan tempo evolusi Sosio-Kultural regional dari zaman kolonial Inggris ke globalism Amerika.

Kedua, Membuat fondasi Ethnoregional di Asia Tenggara dengan Globalisme Amerika; Matondang menggunakan a multisited ethnography of world system (George Marcus), khususnya di Georgetown dalam membangun sebuah konstruksi anthropologis beskala global yang bukan universal, tapi lebih partikular, bukan kajian antropologi ekonomi makro dan politik regional, tapi kasus micro/grassroot- yang dapat mewarnai skop macro dalam evolusi etnisitas.

Ketiga, Membuat ekspansi Interpretative Symbolic Anthropology (Clifford Geertz-Antroplog ternama Amerika), dalam melihat ritual, karnaval, dan festival dalam interaksi regional dan global. Karena Geertz membuat interpretasi simbol simbol budaya Bali saja pada tahun 1970-an, maka Matondang melanjutkan pemikiran Sosiolog Jerman Max Weber dan antropolog Amerika Geertz  (tentang makna perilaku simbolik manusia) dengan membuat inovasi. Matondang melihat interaksi antar simbol pada suku Melayu dan Tionghoa yang telah mengalami adaptasi terhadap Kebijakan British colony di Semanjung Malaysia dan Kolonial Belanda di Medan.

Matondang dibimbing promotor kawakan/antroplog kelas dunia Prof Dr Dr (HC) Christian Giordano (dengan jumlah tulisan di international journal lebih dari 25 judul, dan 15 buku yang beliau tulis sendiri ke 3 bahasa yang berbeda- Jerman, Inggris dan Perancis). Matondang juga dapat Co-promotor Associate Prof Dr. Freek Colombijn (Vrije Netherlands), yang merupakan antropolog Budaya Minang dan Islam di Sumatera. (Febry Ichwan Butsi).

(370)

Check Also

DSC_0416

Legit Boss Menangkan 2nd UMN Debating Championship 2017

Kegiatan Grand Final 2nd UMN Debating Championship 2017 yang berlangsung aula kampus C UMN Al …

error: Content is protected !!